Tampilkan postingan dengan label bear market. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bear market. Tampilkan semua postingan

Fibonacci: Jurus Rahasia Trader Buat Nentuin Titik Pantul Saham!

Pernah denger istilah Fibonacci retracement pas lagi belajar trading?

Kedengerannya ribet ya? Tapi tenang, kita bahas bareng dengan gaya warung kopi, bukan kelas kalkulus 😎


✋ “Fibonacci Itu Siapa, sih?”

Fibonacci itu sebenernya nama orang—Leonardo Fibonacci, matematikawan dari Italia yang hidup ribuan tahun lalu. Dia nemuin pola angka yang sekarang dipakai banyak orang buat analisa... termasuk trader saham!

Angka-angkanya kayak gini:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dst...
Setiap angka itu hasil dari penjumlahan dua angka sebelumnya.

Tapi buat trader, yang penting bukan deretnya, tapi rasio yang muncul dari angka-angka itu. Contohnya:

  • 0.236

  • 0.382

  • 0.5

  • 0.618

  • 0.786

Nah, ini yang dipake di Fibonacci retracement.


📉 Jadi, Fibonacci Retracement Itu Apa?

Fibonacci retracement itu alat bantu di chart yang dipake buat cari level support dan resistance berdasarkan pergerakan harga sebelumnya.

Gampangnya gini:

Saham abis naik, terus koreksi turun dikit.
Nah, kita pake Fibonacci buat nebak:
“Kira-kira koreksinya bakal mentok di titik mana sebelum naik lagi?”


✍️ Cara Pakai Fibonacci (Step by Step)

  1. Tentukan titik terendah (low) dan tertinggi (high)
    Misalnya, harga naik dari Rp1.000 ke Rp1.500.

  2. Tarik garis Fibonacci dari bawah ke atas (kalau tren naik)
    Maka akan muncul garis-garis horizontal di level:
    0.236, 0.382, 0.5, 0.618, dll.

  3. Perhatikan ketika harga turun
    Harga kemungkinan besar bakal “mantul” di salah satu garis itu.

🎯 Contoh:
Harga naik dari Rp1.000 ke Rp1.500.
Pas koreksi ke Rp1.382 (level 0.618), eh... mantul naik lagi.
Nah, itu dia kekuatan Fibonacci!


🔍 Cocok Buat Apa Aja?

  • Cocok banget buat swing trader atau yang suka analisis teknikal.

  • Bisa dipakai di timeframe harian, mingguan, bahkan intraday.

  • Tapi lebih akurat kalau dipakai di pasar yang punya tren jelas (bullish/bearish).


⚠️ Catatan: Bukan Ramalan Gaib Ya!

Fibonacci itu cuma alat bantu. Dia kasih “petunjuk”, bukan “jawaban pasti”.
Jangan dipake sendirian—kombinasikan juga sama indikator lain kayak:

  • MACD

  • RSI

  • Candlestick pattern


📌 Kesimpulan: Fibonacci Bukan Cuma Buat Matematika!

Sekarang kamu tahu kalau deret angka Fibonacci bisa bantu kamu cari titik-titik penting di chart saham. Nggak harus jago matematika, cukup ngerti cara narik garis dan baca sinyal.

Kalau kamu suka “tebak-tebakan dengan logika”, Fibonacci bisa jadi sahabat barumu dalam trading. Siap coba?

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Kenalan Sama PBV: Angka Sakti Buat Ngecek Harga Saham Murah atau Mahal

 

Halo, para pejuang cuan! 👋

Lagi ngelirik saham tapi bingung ini saham kemahalan atau murah? Nah, kenalin satu indikator kece yang sering dipake investor buat nilai suatu saham: PBV alias Price to Book Value.

PBV Itu Apa Sih?

PBV itu rasio yang ngasih tau kita berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan nilai bukunya (book value). Sederhananya, kayak kamu lagi liat rumah yang dijual Rp1 miliar, tapi nilai pasarnya (dari dokumen resmi) cuma Rp500 juta. Berarti PBV-nya = 2.

Rumusnya:

PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham

Contoh:
Harga saham PT. Maju Terus = Rp1.000
Nilai buku per saham = Rp500
Maka PBV = 1.000 / 500 = 2

Terus, PBV Berapa yang Bagus?

PBV ini nggak bisa dilihat sendirian. Tapi secara umum:

  • PBV < 1: Saham ini dianggap murah, bisa jadi kesempatan!

  • PBV sekitar 1: Saham sesuai nilai bukunya, oke juga.

  • PBV > 1: Saham mungkin kemahalan, tapi belum tentu jelek ya—bisa aja perusahaannya bagus dan lagi naik daun.

Tapi Jangan Ketipu!

PBV rendah itu belum tentu sahamnya bagus. Bisa jadi memang nilainya segitu karena perusahaannya lagi rugi, manajemennya berantakan, atau sektor industrinya lagi turun.

Makanya, PBV itu enak dipakai bareng indikator lain, kayak ROE (Return on Equity), EPS (Earning per Share), dan analisa fundamental lainnya.

Intinya...

PBV itu semacam alat ukur awal. Cocok buat ngefilter saham mana yang kelihatannya undervalue. Tapi jangan cuma lihat angka—lihat juga isi dalemnya. Ingat, saham itu bukan beli angka, tapi beli bisnis. 😉

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Memahami Indikator RSI (Relative Strength Index) dalam Analisis Saham

Dalam dunia investasi saham, para investor menggunakan berbagai macam alat dan indikator untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi yang cerdas. Salah satu indikator yang populer digunakan adalah RSI atau Relative Strength Index. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu RSI, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana indikator ini dapat digunakan dalam analisis saham.

RSI adalah indikator momentum teknis yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan relatif suatu saham dengan membandingkan kenaikan harga dengan penurunan harga dalam periode waktu tertentu. Indikator ini dikembangkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978. RSI dinyatakan dalam skala 0 hingga 100, dengan nilai di atas 70 menunjukkan kondisi overbought (terlalu banyak dibeli) dan nilai di bawah 30 menunjukkan kondisi oversold (terlalu banyak dijual).

Cara Kerja RSI:

RSI dihitung dengan menggunakan rumus yang melibatkan perbandingan antara kenaikan harga rata-rata dan penurunan harga rata-rata selama periode waktu tertentu. Biasanya, periode waktu yang digunakan adalah 14 hari, tetapi dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan analis.

Pada dasarnya, RSI mencoba mengidentifikasi apakah sebuah saham sedang overbought atau oversold. Ketika RSI berada di atas 70, ini menunjukkan bahwa saham telah mengalami kenaikan harga yang signifikan dan mungkin menghadapi potensi penurunan harga dalam waktu dekat. Di sisi lain, ketika RSI berada di bawah 30, ini menunjukkan bahwa saham telah mengalami penurunan harga yang signifikan dan mungkin menghadapi potensi kenaikan harga dalam waktu dekat.

Penggunaan RSI dalam Analisis Saham:

Mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold: RSI dapat membantu investor mengidentifikasi saham yang telah mencapai level ekstrim dan mungkin akan mengalami pembalikan tren. Ini dapat membantu investor dalam pengambilan keputusan jual atau beli yang lebih baik.

Konfirmasi tren: RSI juga dapat digunakan untuk mengonfirmasi tren yang sedang terjadi. Jika RSI menunjukkan tren naik yang sejalan dengan kenaikan harga saham, ini dapat memberikan sinyal kuat bahwa tren tersebut memiliki kekuatan yang berkelanjutan.

Divergensi: Divergensi RSI terjadi ketika arah pergerakan harga saham tidak sejalan dengan arah pergerakan RSI. Divergensi bullish terjadi ketika harga saham mencapai level terendah baru, tetapi RSI menunjukkan level yang lebih tinggi. Divergensi bearish terjadi ketika harga saham mencapai level tertinggi baru, tetapi RSI menunjukkan level yang lebih rendah. Divergensi ini dapat memberikan sinyal awal tentang potensi pembalikan tren.

Konfirmasi pola chart: RSI juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi pola chart seperti double top atau double bottom. Jika harga saham membentuk pola chart tersebut dan RSI juga menunjukkan sinyal yang sama, maka hal ini dapat memberikan kepercayaan tambahan pada pola chart tersebut.

Kesimpulan:

RSI adalah indikator penting dalam analisis saham yang membantu investor mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold, mengkonfirmasi tren, dan mendeteksi divergensi. Namun, penting untuk diingat bahwa RSI hanya satu alat dalam kotak alat analisis teknis dan tidak boleh digunakan secara terpisah untuk pengambilan keputusan investasi. Penggunaan RSI harus dikombinasikan dengan analisis yang komprehensif dan alat lainnya untuk membuat keputusan investasi yang bijaksana.

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=24&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. Untuk pembukaan rekening FULL ONLINE : 

  • Bagi pemilik rekening BCA , silakan pilih bank RDN : BCA

  • Bagi rekening selain BCA, silakan pilih bank RDN : Permata

rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Bahaya Average Down

Investasi di pasar saham seringkali dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Namun, tidak semua investor memahami dengan baik risiko yang terkait dengan investasi di saham, terutama ketika mereka melakukan teknik investasi yang disebut "average down". Pada artikel ini, kita akan membahas bahaya yang terkait dengan teknik average down dalam investasi saham.

Apa itu Teknik Average Down?

Teknik Average Down adalah teknik investasi di mana seorang investor membeli saham pada harga tertentu dan kemudian, ketika harga saham turun, mereka membeli lagi untuk menurunkan harga rata-rata beli mereka. Tujuannya adalah untuk menurunkan harga rata-rata beli dan meningkatkan potensi keuntungan ketika harga saham naik kembali.

Namun, teknik ini memiliki risiko yang signifikan yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang besar bagi investor.

Bahaya Average Down

1. Tidak Ada Jaminan Harga Saham Akan Naik Kembali

Saham adalah investasi yang sangat spekulatif, dan tidak ada jaminan bahwa harga saham akan naik kembali setelah turun. Bahkan jika harga saham turun cukup jauh, tidak ada jaminan bahwa harga saham akan kembali ke level sebelumnya. Jika harga saham terus turun, investor yang menggunakan teknik average down dapat mengalami kerugian yang signifikan.

2. Modal Terus Dikorbankan

Dengan teknik average down, investor sering terjebak dalam spiral kerugian di mana mereka terus membeli saham yang sama meskipun harganya terus turun. Hal ini mengakibatkan modal yang diinvestasikan terus dikorbankan, yang dapat mengurangi jumlah uang yang tersedia untuk investasi di saham lain atau kebutuhan finansial lainnya.

3. Tidak Memperhitungkan Fundamental Perusahaan

Investor yang menggunakan teknik average down sering kali tidak memperhitungkan fundamental perusahaan saat mereka memutuskan untuk membeli saham. Mereka hanya fokus pada harga saham, tanpa mempertimbangkan apakah perusahaan tersebut memiliki model bisnis yang kuat, menghasilkan keuntungan, atau memiliki perspektif pertumbuhan yang baik. Akibatnya, investor bisa membeli saham pada harga yang relatif mahal tanpa mempertimbangkan nilai intrinsik perusahaan.

4. Risiko Kehilangan Kepemilikan

Saat harga saham turun, perusahaan mungkin mengeluarkan saham tambahan atau melakukan pemecahan saham untuk menambah likuiditas. Ini berarti bahwa investor yang menggunakan teknik average down mungkin kehilangan kepemilikan mereka di perusahaan jika mereka tidak membeli saham tambahan untuk menjaga persentase kepemilikan mereka.

Kesimpulan

Dalam investasi saham, teknik average down dapat sangat berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan dengan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi saham. Jika harga saham terus turun, investor yang menggunakan teknik average down bisa kehilangan uang mereka dan tidak ada jaminan bahwa harga saham akan kembali naik.

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?s=S01 

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. Disarankan menggunakan RDN BCA agar memudahkan proses pembukaan


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Analisa Saham Menggunakan Gann Method

Analisa saham adalah sebuah metode yang digunakan oleh para investor untuk mengevaluasi nilai suatu saham sebelum melakukan investasi. Ada berbagai macam teknik analisa saham yang dapat digunakan, salah satunya adalah analisa menggunakan metode Gann.

William Delbert Gann (1878-1955) adalah seorang trader saham legendaris yang terkenal karena metodenya yang unik dan canggih dalam memprediksi pergerakan harga saham. Metode Gann memanfaatkan geometri dan matematika untuk menentukan level harga masa depan dengan menggunakan grafik saham dan mengidentifikasi pola-pola harga tertentu.

Dalam analisa saham menggunakan metode Gann, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain:

Menentukan titik-titik penting pada grafik saham

Metode Gann mengharuskan trader untuk menentukan titik-titik penting pada grafik saham yang menjadi acuan untuk menentukan level harga masa depan. Titik-titik ini bisa berupa level support dan resistance, level harga tertinggi atau terendah, atau level-level pivot tertentu.

Membuat garis tren

Setelah menentukan titik-titik penting pada grafik saham, langkah selanjutnya adalah membuat garis tren. Garis tren ini berguna untuk membantu trader dalam mengidentifikasi pola pergerakan harga saham dan menentukan level harga yang mungkin dicapai pada masa depan.

Menghitung level harga masa depan

Setelah membuat garis tren, langkah selanjutnya adalah menghitung level harga masa depan. Metode Gann menggunakan beberapa formula matematika untuk menghitung level harga masa depan yang mungkin tercapai, seperti menggunakan perhitungan rasio dan sudut.

Menentukan posisi buy atau sell

Setelah menghitung level harga masa depan, langkah terakhir adalah menentukan posisi buy atau sell. Trader dapat memilih untuk membeli saham jika harga diperkirakan akan naik atau menjual saham jika harga diperkirakan akan turun.

Namun, perlu diingat bahwa analisa saham menggunakan metode Gann bukanlah metode yang 100% akurat dan tidak dapat menjamin keuntungan yang pasti. Sebagai trader, Anda harus selalu memperhatikan risiko investasi dan melakukan manajemen risiko yang tepat agar bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.

Dalam kesimpulannya, analisa saham menggunakan metode Gann adalah salah satu teknik analisa yang dapat membantu trader dalam memprediksi pergerakan harga saham. Metode ini memanfaatkan geometri dan matematika untuk mengidentifikasi pola pergerakan harga dan menentukan level harga masa depan yang mungkin tercapai. Namun, sebagai trader, Anda harus selalu mengikuti perkembangan pasar dan melakukan manajemen risiko yang tepat agar bisa sukses dalam berinvestasi.

rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com




Apa Yang dimaksud Menangkap Pisau Jatuh ???

Mungkin anda sering membaca istilah "jangan menangkap pisau jatuh", sebenarnya apa resiko dari tindakan ini? apakah memang sama sekali harus dihindari ? simak artikel kami berikut ini

Menangkap pisau jatuh dalam dunia perdagangan saham merujuk pada tindakan membeli saham ketika harga sedang turun dengan cepat dan terus menerus. Meskipun bisa menjadi kesempatan besar untuk membeli saham dengan harga murah, strategi ini juga bisa sangat berisiko dan sangat sulit dilakukan dengan sukses.

Pertama-tama, penting untuk diingat bahwa harga saham bisa turun dengan cepat dan tajam karena berbagai faktor seperti sentimen pasar, kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, atau berita buruk yang beredar tentang perusahaan tersebut. Oleh karena itu, jika seorang investor atau trader mencoba menangkap pisau jatuh, mereka harus memahami alasan di balik penurunan harga saham dan mengevaluasi apakah itu hanya merupakan penurunan sementara atau tren yang berkelanjutan.

Jika investor memutuskan untuk menangkap pisau jatuh, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, mereka harus memastikan bahwa mereka memiliki dana yang cukup untuk mengambil posisi di pasar. Kedua, mereka harus menetapkan target harga beli dan menetapkan batas kerugian untuk membatasi risiko mereka.

Namun, yang terpenting adalah investor harus bersiap menghadapi risiko tinggi karena harga saham bisa terus turun setelah mereka membelinya. Oleh karena itu, investor harus siap untuk menahan posisi mereka dalam jangka waktu yang lama dan siap untuk mengambil kerugian jika harga saham terus turun.

Namun, bukan berarti bahwa menangkap pisau jatuh selalu berisiko dan buruk. Jika dilakukan dengan hati-hati dan disertai dengan analisis fundamental yang tepat, strategi ini dapat memberikan hasil yang luar biasa bagi investor yang menggunakannya. Beberapa investor sukses seperti Warren Buffett dan Peter Lynch, bahkan menggunakan strategi ini dalam beberapa kesempatan untuk membeli saham dengan harga yang sangat murah.

Kesimpulannya, menangkap pisau jatuh dapat menjadi kesempatan besar untuk membeli saham dengan harga yang sangat murah, tetapi juga sangat berisiko dan sulit dilakukan dengan sukses. Investor harus memahami alasan di balik penurunan harga saham dan mengevaluasi apakah itu hanya merupakan penurunan sementara atau tren yang berkelanjutan sebelum mengambil keputusan. Terakhir, investor harus siap untuk menahan posisi mereka dalam jangka waktu yang lama dan siap untuk mengambil kerugian jika harga saham terus turun.

Dapatkan Rekomendasi Saham Komplit Secara real-time, silakan bergabung di group premium kami

www.jsxtrader.com



How to Survive In BEAR MARKET

 Market tidak selamanya bergerak naik. 

bagi trader saham yang baru mulai terjun di bursa saham saat covid, kondisi market dalam beberapa waktu terakhir mungkin akan berada di luar perkiraan anda.

bagi trader yang mulai aktif saat covid mungkin akan menyimpulkan mencari uang di bursa saham itu sangat gampang, tahun 2021 lalu saya pernah membaca berita di korea ada anak 12 tahun yang berhasil mendapatkan keuntungan 43% dalam setahun, dan bercita-cita menjadi the next warren buffet. 

tahun 2020-2021 memang merupakan masa bull, anda asal beli saham apapun, kemungkinan besar masih bisa mendapatkan cuan.

namun haruslah diingat, market mempunya siklus , BULL dan BEAR

bull memang masa yang indah, anda bisa mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun  jika anda tidak memiliki sistem dan money management yang disiplin, besar kemungkinan saat bear datang, keuntungan yang dikumpulkan selama bull, akan habis selama masa bear

dalam artikel kali ini , saya akan share beberapa tips, agar anda bisa bertahan dalam kondisi bear

1. Jika mengalami losing streak, pause sejenak

jika anda memang memiliki trading sistem yang jelas, dalam artian sistem yang anda gunakan memang mampu untuk menangkap pergerakan market. jika terjadi kondisi di mana dalam beberapa trade terakhir, anda menderita loss beruntun, ini adalah sinyal yang sangat jelas, bahwa market sedang berbalik arah. jika anda memang yakin pada trading sistem yang digunakan, losing streak adalah warning yang sangat jelas. berhentilah trading sejenak

2. Ambil tingkat resiko yang lebih rendah

setelah mengalami losing streak, jangan berusaha untuk membalas dendam, berusaha secepat mungkin menutup kerugian yang ada. jika anda berusaha membalas dendam, biasanya yang terjadi adalah kita akan menderita kerugian yg makin besar.

mulailah trade kembali dengan resiko yg lebih kecil. jika masih menderita losing streak , kurangi lagi resiko yg diambil. saya menggunakan istilah DR (dynamic risk) untuk tingkat resiko yang diambil dalam setiap trade. range DR antara 0.2 sampai dengan 1.2 , saat market sedang bull biasanya saya akan menggunakan DR maksimal , namun jika market tidak bersahabat DR yg diambil biasanya bervariasi antara 0.2 sampai 0.5

3. Fokus pada saham yang masih uptrend

bear market bukanlah berarti bahwa tidak ada peluang cuan di market. memang saham cenderung akan turun, namun selalu ada beberapa saham yang cukup kuat untuk melawan arah. jika memang sistem memberikan sinyal entry, belilah namun dengan tingkat resiko yang lebih rendah

namun jika anda (maaf...) belum memiliki rules yang jelas dalam memilih saham, jauh lebih baik jika anda wait and see saja, tidak perlu berusaha menebak bottom, tidak ada gunanya mencoba masuk di harga terendah. jika market sudah bull kembali, selalu ada entry yang bagus.

4. Review transaksi di masa lalu untuk memperbaiki trading sistem

bear market artinya lebih sedikit sinyal beli yang muncul, seorang trader yg benar, biasanya akan lebih banyak nganggur selama market downtrend, gunakan masa ini untuk belajar lebih banyak, review kesalahan trading di masa lalu . agar saat market pulih kembali, anda sudah lebih dari siap. kemampuan anda sudah meningkat dibandingkan fase bull sebelumnya

ingatlah....

Seorang Trader ditempa Saat BEAR MARKET, dan Menikmati Hasilnya Saat BULL Datang

Good Luck

Anda butuh rekomendasi saham??? silakan bergabung di group premium kami

www.jsxtrader.com

Whatsapp / Telegram : 081933933317


Related Post