Bayangkan kamu baru saja membeli sebuah saham. Kamu masuk sesuai trading plan. Risiko sudah kamu tentukan. Stop loss sudah kamu pasang. Dan beberapa jam kemudian. posisi kamu mulai naik. Profit 2%. Kamu senang. Profit 3%. Kamu mulai tersenyum. Profit 5%. Dan tiba-tiba, kamu mulai takut. Bukan takut rugi. Justru sebaliknya. Kamu takut keuntungan itu hilang.
Akhirnya kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ada di dalam trading plan. Kamu jual. Profit 5%. Kamu merasa lega. Lalu beberapa jam kemudian saham itu naik lagi 8%. Besoknya naik 12%. Dan beberapa hari kemudian 20%. Di titik itu kamu melihat chart sambil berkata: "Seharusnya saya tahan." Dan yang lebih menyakitkan, ketika kamu mengalami kerugian 5%, kamu bisa bertahan. Kamu bisa berkata: "Ini hanya bagian dari trading." Tapi ketika profit 5% berubah menjadi 3%, kamu langsung panik. Ketika profit 3% berubah menjadi 1% , kamu langsung keluar. Mengapa?