Bayangkan anda baru saja membuka posisi. Trading plan anda sebenarnya sudah sangat jelas. Entry di harga tertentu. Stop loss sudah ditentukan. Take profit juga sudah ada. Bahkan sebelum market buka, anda sudah berjanji pada diri sendiri: “Kali ini saya akan disiplin.” Kemudian market bergerak berlawanan. Harga turun 1%. Anda mulai berpikir: “Tunggu dulu… mungkin ini cuma koreksi kecil.” Harga turun lagi. 2%. Anda mulai menggeser stop loss. “Kalau saya kasih sedikit ruang, mungkin harga akan balik.” Kemudian harga turun 4%. Dan sekarang anda bukan lagi mengikuti trading plan. Anda sedang bernegosiasi dengan market.
Masalahnya... Anda sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan. Anda tahu di mana harus cut loss. Anda tahu kapan harus entry. Anda tahu kapan harus berhenti trading. Tetapi ketika uang anda benar-benar dipertaruhkan... semua teori itu tiba-tiba menjadi jauh lebih sulit untuk dilakukan. Dan mungkin yang lebih membuat frustrasi adalah: Besoknya anda membuat trading plan baru. Lebih rapi. Lebih lengkap. Lebih detail. Tetapi beberapa hari kemudian... Anda mengulang kesalahan yang sama.
