Fibonacci: Jurus Rahasia Trader Buat Nentuin Titik Pantul Saham!

Pernah denger istilah Fibonacci retracement pas lagi belajar trading?

Kedengerannya ribet ya? Tapi tenang, kita bahas bareng dengan gaya warung kopi, bukan kelas kalkulus 😎


✋ “Fibonacci Itu Siapa, sih?”

Fibonacci itu sebenernya nama orang—Leonardo Fibonacci, matematikawan dari Italia yang hidup ribuan tahun lalu. Dia nemuin pola angka yang sekarang dipakai banyak orang buat analisa... termasuk trader saham!

Angka-angkanya kayak gini:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dst...
Setiap angka itu hasil dari penjumlahan dua angka sebelumnya.

Tapi buat trader, yang penting bukan deretnya, tapi rasio yang muncul dari angka-angka itu. Contohnya:

  • 0.236

  • 0.382

  • 0.5

  • 0.618

  • 0.786

Nah, ini yang dipake di Fibonacci retracement.


📉 Jadi, Fibonacci Retracement Itu Apa?

Fibonacci retracement itu alat bantu di chart yang dipake buat cari level support dan resistance berdasarkan pergerakan harga sebelumnya.

Gampangnya gini:

Saham abis naik, terus koreksi turun dikit.
Nah, kita pake Fibonacci buat nebak:
“Kira-kira koreksinya bakal mentok di titik mana sebelum naik lagi?”


✍️ Cara Pakai Fibonacci (Step by Step)

  1. Tentukan titik terendah (low) dan tertinggi (high)
    Misalnya, harga naik dari Rp1.000 ke Rp1.500.

  2. Tarik garis Fibonacci dari bawah ke atas (kalau tren naik)
    Maka akan muncul garis-garis horizontal di level:
    0.236, 0.382, 0.5, 0.618, dll.

  3. Perhatikan ketika harga turun
    Harga kemungkinan besar bakal “mantul” di salah satu garis itu.

🎯 Contoh:
Harga naik dari Rp1.000 ke Rp1.500.
Pas koreksi ke Rp1.382 (level 0.618), eh... mantul naik lagi.
Nah, itu dia kekuatan Fibonacci!


🔍 Cocok Buat Apa Aja?

  • Cocok banget buat swing trader atau yang suka analisis teknikal.

  • Bisa dipakai di timeframe harian, mingguan, bahkan intraday.

  • Tapi lebih akurat kalau dipakai di pasar yang punya tren jelas (bullish/bearish).


⚠️ Catatan: Bukan Ramalan Gaib Ya!

Fibonacci itu cuma alat bantu. Dia kasih “petunjuk”, bukan “jawaban pasti”.
Jangan dipake sendirian—kombinasikan juga sama indikator lain kayak:

  • MACD

  • RSI

  • Candlestick pattern


📌 Kesimpulan: Fibonacci Bukan Cuma Buat Matematika!

Sekarang kamu tahu kalau deret angka Fibonacci bisa bantu kamu cari titik-titik penting di chart saham. Nggak harus jago matematika, cukup ngerti cara narik garis dan baca sinyal.

Kalau kamu suka “tebak-tebakan dengan logika”, Fibonacci bisa jadi sahabat barumu dalam trading. Siap coba?

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Dollar Cost Averaging: Jurus Santuy Buat Nabung Saham

Pernah nggak sih lo pengen mulai investasi saham, tapi bingung: "Mending nunggu harga turun atau beli sekarang aja ya?"

Nah, daripada stres mikirin timing pasar yang susah ditebak kayak mood mantan, mending kenalan dulu sama strategi yang satu ini: Dollar Cost Averaging (DCA).

🌱 Apa Itu Dollar Cost Averaging?

DCA itu strategi investasi di mana lo beli saham secara rutin dengan jumlah uang yang sama, terlepas dari harga sahamnya naik atau turun. Bisa mingguan, bulanan, pokoknya konsisten.

Misal:
Lo invest Rp500 ribu tiap tanggal 10 ke saham tertentu.
Harga bisa naik, bisa turun—nggak masalah. Yang penting lo tetap beli.

🧠 Kenapa DCA Itu Cerdas?

  1. Nggak Perlu Jadi Cenayang Lo nggak harus nebak-nebak harga bakal naik apa turun. Karena jujur aja, prediksi pasar itu sering salah.

  2. Ngurangin Risiko Nyangkut Karena beli di berbagai harga, lo dapet harga rata-rata. Jadi lebih aman dibanding beli sekali di harga puncak.

  3. Bikin Investasi Jadi Kebiasaan Kayak nabung biasa. Lama-lama jadi rutin, dan portofolio lo makin gemuk.

💸 Ilustrasi Simpel

Bayangin lo beli saham A seharga:

  • Bulan 1: Rp1.000 — dapet 500 lembar

  • Bulan 2: Rp800 — dapet 625 lembar

  • Bulan 3: Rp1.200 — dapet 416 lembar

Total beli: Rp1,5 juta
Total lembar: 1.541
Harga rata-rata: Sekitar Rp974

Bandingin kalau lo beli semua Rp1,5 juta pas harga Rp1.200… rugi dong. Nah, di sinilah DCA jadi penyelamat!

📌 Cocok Buat Siapa?

  • Pemula yang baru belajar investasi

  • Orang sibuk yang nggak punya waktu pantau pasar tiap hari

  • Siapa aja yang pengen main aman tapi konsisten


🎯 Kesimpulan

Dollar Cost Averaging itu kayak lari maraton, bukan sprint. Nggak heboh, tapi konsisten. Cocok banget buat lo yang pengen #InvestasiSantuy tapi tetap cuan jangka panjang.

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Kenalan Sama PBV: Angka Sakti Buat Ngecek Harga Saham Murah atau Mahal

 

Halo, para pejuang cuan! 👋

Lagi ngelirik saham tapi bingung ini saham kemahalan atau murah? Nah, kenalin satu indikator kece yang sering dipake investor buat nilai suatu saham: PBV alias Price to Book Value.

PBV Itu Apa Sih?

PBV itu rasio yang ngasih tau kita berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan nilai bukunya (book value). Sederhananya, kayak kamu lagi liat rumah yang dijual Rp1 miliar, tapi nilai pasarnya (dari dokumen resmi) cuma Rp500 juta. Berarti PBV-nya = 2.

Rumusnya:

PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham

Contoh:
Harga saham PT. Maju Terus = Rp1.000
Nilai buku per saham = Rp500
Maka PBV = 1.000 / 500 = 2

Terus, PBV Berapa yang Bagus?

PBV ini nggak bisa dilihat sendirian. Tapi secara umum:

  • PBV < 1: Saham ini dianggap murah, bisa jadi kesempatan!

  • PBV sekitar 1: Saham sesuai nilai bukunya, oke juga.

  • PBV > 1: Saham mungkin kemahalan, tapi belum tentu jelek ya—bisa aja perusahaannya bagus dan lagi naik daun.

Tapi Jangan Ketipu!

PBV rendah itu belum tentu sahamnya bagus. Bisa jadi memang nilainya segitu karena perusahaannya lagi rugi, manajemennya berantakan, atau sektor industrinya lagi turun.

Makanya, PBV itu enak dipakai bareng indikator lain, kayak ROE (Return on Equity), EPS (Earning per Share), dan analisa fundamental lainnya.

Intinya...

PBV itu semacam alat ukur awal. Cocok buat ngefilter saham mana yang kelihatannya undervalue. Tapi jangan cuma lihat angka—lihat juga isi dalemnya. Ingat, saham itu bukan beli angka, tapi beli bisnis. 😉

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Lagi Market Gonjang-Ganjing? Tenang, Begini Cara Tetap Waras dan Bertahan di Dunia Saham

Kalau kamu udah cukup lama main saham, pasti udah kenal banget sama yang namanya market bergejolak. Hari ini ijo royo-royo, besok tiba-tiba merah darah. Kadang bikin senyum, kadang juga bikin mikir, "Kenapa sih gue gak invest di warung kopi aja?"

Tenang bro/sis, kamu gak sendirian. Semua investor—dari yang pemula sampai yang udah veteran—pasti pernah ngerasain jantung deg-degan gara-gara market yang lagi “drama”.

Tapi kabar baiknya, ada cara biar kamu bisa tetap cool di tengah market yang lagi naik-turun kayak roller coaster. Yuk, simak beberapa tipsnya!


1. Jangan Panik, Kamu Bukan Satu-Satunya

Pertama-tama: tarik napas, buang pelan-pelan. Market emang lagi gak stabil, tapi panik cuma bikin keputusan makin ngawur. Ingat, bad times don’t last, but smart investors do.


2. Lihat Fundamental, Bukan Cuma Harga

Harga saham bisa turun, tapi pertanyaannya: perusahaannya masih bagus gak? Coba cek lagi laporan keuangan, bisnis model, dan prospek ke depannya. Kalau semua masih oke, ngapain takut?

Saham bagus yang lagi diskon itu kayak dapet sneakers branded dengan harga setengah—kapan lagi?


3. Jangan Taruh Semua Uang di Satu Saham

Ibarat makan, jangan cuma makan nasi doang tiap hari. Bosen, bos. Diversifikasi itu penting. Sebar portofolio ke beberapa sektor—jadi kalau satu jatuh, yang lain bisa menopang.


4. Gunakan Strategi Nabung Saham (DCA)

Daripada nunggu harga turun baru beli, mending rutin beli tiap bulan. Namanya Dollar Cost Averaging. Jadi gak peduli market naik atau turun, kamu tetap konsisten beli. Harga rata-ratanya bakal lebih stabil, dan kamu gak pusing mikirin “kapan waktu terbaik beli saham?”


5. Punya Dana Darurat itu Wajib

Kalau lagi butuh duit dan semua saham merah, itu rasanya kayak lagi haus di padang pasir. Makanya, pastikan kamu punya dana darurat. Jadi gak kepaksa jual rugi.


6. Evaluasi, Tapi Jangan Overthinking

Lagi market jelek, boleh kok ngecek portofolio... asal gak tiap 5 menit ya. 😅
Gunakan momen ini buat evaluasi: saham mana yang masih layak dipertahankan, dan mana yang perlu dilepas. Tapi jangan terlalu keras juga ke diri sendiri—namanya juga belajar.


7. Ingat: Investasi Itu Maraton, Bukan Sprint

Market jangka pendek bisa liar, tapi dalam jangka panjang, saham-saham bagus cenderung naik. Jadi, daripada ngejar cuan cepat, mending fokus ke game plan jangka panjang.


Penutup: Keep Calm and Invest On

Market boleh berisik, tapi kamu tetap bisa tenang. Asal punya strategi, mental yang kuat, dan tujuan investasi yang jelas, badai pasti bisa dilalui.

Dan hey, jangan lupa nikmati prosesnya. Karena di balik merahnya portofolio hari ini, ada pelajaran berharga buat masa depan.

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Mengenal Bollinger Bands: Alat Analisis Teknis Saham yang Powerful

Bollinger Bands adalah salah satu indikator analisis teknis yang paling populer di kalangan trader dan investor saham. 

Dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an, alat ini membantu trader mengidentifikasi volatilitas pasar, level support-resistance, serta potensi pembalikan arah tren. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendetail tentang apa itu Bollinger Bands, cara kerjanya, dan bagaimana menggunakannya dalam trading saham.


Apa Itu Bollinger Bands?


Bollinger Bands adalah indikator teknis yang terdiri dari tiga garis:

  1. Garis Tengah (Middle Band): Simple Moving Average (SMA) dengan periode tertentu (biasanya 20 periode).

  2. Garis Atas (Upper Band): SMA + (2 x Standar Deviasi).

  3. Garis Bawah (Lower Band): SMA - (2 x Standar Deviasi).

Indikator ini membentuk "pita" atau "band" yang mengelilingi pergerakan harga saham. Bollinger Bands membantu trader memahami apakah harga sedang dalam kondisi overbought (jenuh beli), oversold (jenuh jual), atau sedang dalam tren kuat.


Cara Menghitung Bollinger Bands

Berikut adalah rumus dasar untuk menghitung Bollinger Bands:

  1. Middle Band = SMA 20 periode.

  2. Upper Band = SMA 20 + (2 x Standar Deviasi harga selama 20 periode).

  3. Lower Band = SMA 20 - (2 x Standar Deviasi harga selama 20 periode).

Standar deviasi mengukur seberapa jauh harga menyimpang dari rata-ratanya. Semakin tinggi volatilitas, semakin lebar pita Bollinger Bands, dan sebaliknya.



Fungsi Bollinger Bands dalam Trading Saham


Bollinger Bands memiliki beberapa fungsi utama:

  1. Mengukur Volatilitas:

    • Pita yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi (harga bergerak cepat).

    • Pita yang menyempit menunjukkan volatilitas rendah (harga bergerak lambat atau sideways).


  2. Menentukan Level Overbought dan Oversold:

    • Ketika harga menyentuh atau melewati Upper Band, saham mungkin dalam kondisi overbought (jenuh beli).

    • Ketika harga menyentuh atau melewati Lower Band, saham mungkin dalam kondisi oversold (jenuh jual).


  3. Mengidentifikasi Tren:

    • Harga yang terus bergerak di atas Middle Band menunjukkan tren naik (bullish).

    • Harga yang terus bergerak di bawah Middle Band menunjukkan tren turun (bearish).


  4. Mendeteksi Potensi Pembalikan Arah (Reversal):

    • Pola seperti "Double Bottom" atau "Double Top" di sekitar Bollinger Bands bisa menjadi sinyal pembalikan arah.



Strategi Trading Menggunakan Bollinger Bands

Berikut adalah beberapa strategi populer yang menggunakan Bollinger Bands:


1. Bollinger Bounce (Rebound Strategy)

  • Konsep: Harga cenderung "memantul" dari Upper Band ke Lower Band dan sebaliknya.

  • Cara Trading:

    • Beli saat harga menyentuh Lower Band dan menunjukkan tanda rebound.

    • Jual saat harga menyentuh Upper Band dan menunjukkan tanda penurunan.

  • Catatan: Strategi ini paling efektif saat pasar sedang sideways atau range-bound.


2. Bollinger Squeeze (Breakout Strategy)

  • Konsep: Ketika Bollinger Bands menyempit (squeeze), ini menandakan volatilitas rendah dan potensi breakout.


  • Cara Trading:

    • Tunggu harga breakout di atas Upper Band (sinyal bullish) atau di bawah Lower Band (sinyal bearish).

    • Konfirmasi breakout dengan volume tinggi untuk memastikan sinyal valid.

  • Catatan: Strategi ini cocok untuk trader yang mencari momentum.


3. Trend Following dengan Middle Band

  • Konsep: Middle Band (SMA 20) bisa digunakan sebagai acuan tren.

  • Cara Trading:

    • Jika harga konsisten di atas Middle Band, pertimbangkan untuk buy atau hold.

    • Jika harga konsisten di bawah Middle Band, pertimbangkan untuk sell atau short.

  • Catatan: Gunakan indikator lain seperti RSI atau MACD untuk konfirmasi.



Contoh Analisis Bollinger Bands pada Saham


Misalkan Anda menganalisis saham BBCA (Bank Central Asia):


  1. Volatilitas Tinggi: Bollinger Bands melebar, menunjukkan harga bergerak cepat. Ini bisa menjadi peluang untuk trading jangka pendek.


  2. Overbought/Oversold: Jika harga BBCA menyentuh Upper Band, Anda bisa menunggu konfirmasi penurunan sebelum menjual. Sebaliknya, jika harga menyentuh Lower Band, Anda bisa menunggu konfirmasi kenaikan sebelum membeli.


  3. Breakout: Jika BBCA breakout di atas Upper Band dengan volume tinggi, ini bisa menjadi sinyal kuat untuk buy.



Kelebihan dan Kekurangan Bollinger Bands

Kelebihan:

  • Mudah digunakan dan diinterpretasikan.

  • Cocok untuk berbagai jenis pasar (trending, sideways).

  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau Volume.


Kekurangan:

  • Tidak selalu akurat, terutama saat pasar sangat volatil.

  • Sinyal overbought/oversold bisa bertahan lama dalam tren kuat.

  • Memerlukan konfirmasi dari indikator atau alat analisis lain.



Tips Menggunakan Bollinger Bands Secara Efektif

  1. Kombinasikan dengan Indikator Lain: Gunakan RSI, MACD, atau Volume untuk mengkonfirmasi sinyal.


  1. Perhatikan Timeframe: Bollinger Bands bisa digunakan di berbagai timeframe, tetapi pastikan sesuai dengan strategi trading Anda (scalping, swing trading, atau investasi).


  1. Jangan Over-reliance: Jangan hanya mengandalkan Bollinger Bands. Selalu pertimbangkan faktor fundamental dan berita pasar.


  1. Latihan dan Backtesting: Uji strategi Anda menggunakan data historis sebelum menerapkannya di pasar nyata.



Kesimpulan

Bollinger Bands adalah alat analisis teknis yang serbaguna dan powerful untuk trading saham. Dengan memahami cara kerja dan strategi yang tepat, Anda bisa memanfaatkannya untuk mengidentifikasi peluang trading, mengukur volatilitas, dan mengelola risiko. Namun, seperti semua indikator teknis, Bollinger Bands bukanlah "sistem ajaib". Kombinasikan dengan analisis lain dan selalu disiplin dalam trading.

Dengan latihan dan pengalaman, Bollinger Bands bisa menjadi senjata ampuh dalam arsenal trading Anda!

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Simulasi Monte Carlo dalam Analisis Saham

Simulasi Monte Carlo adalah salah satu metode statistik yang digunakan untuk memprediksi hasil di masa depan berdasarkan data historis dan sejumlah variabel acak. Dalam dunia investasi saham, metode ini sering digunakan untuk menganalisis risiko, memproyeksikan harga saham, dan menentukan kemungkinan hasil investasi.

Apa itu Simulasi Monte Carlo?

Simulasi Monte Carlo bekerja dengan menghasilkan ribuan hingga jutaan skenario berbeda untuk memodelkan kemungkinan hasil suatu kejadian. Metode ini melibatkan penggunaan angka acak untuk mensimulasikan variabel yang tidak pasti. Dalam konteks saham, variabel tersebut bisa berupa pergerakan harga saham, tingkat volatilitas, atau suku bunga.

Metode ini dinamai berdasarkan kasino Monte Carlo di Monako, mengingat metode ini sangat bergantung pada proses acak, seperti permainan dadu atau kartu.

Mengapa Simulasi Monte Carlo Penting dalam Analisis Saham?

Investasi saham penuh dengan ketidakpastian. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, kinerja perusahaan, dan sentimen pasar dapat memengaruhi harga saham secara signifikan. Simulasi Monte Carlo memungkinkan investor untuk:

  1. Menganalisis Risiko: Memahami kemungkinan kerugian dan keuntungan dari investasi tertentu.

  2. Membuat Keputusan Informasi: Memberikan pandangan yang lebih baik tentang bagaimana investasi akan berkinerja dalam berbagai skenario.

  3. Perencanaan Keuangan: Membantu investor memprediksi kebutuhan dana di masa depan berdasarkan skenario yang berbeda.

Komponen Utama dalam Simulasi Monte Carlo

  1. Harga Awal Saham: Harga saham saat ini yang menjadi titik awal simulasi.

  2. Tingkat Pengembalian Harian (Daily Return): Rata-rata pengembalian saham per hari yang dihitung dari data historis.

  3. Volatilitas Harian (Daily Volatility): Standar deviasi dari pengembalian harian, yang mencerminkan risiko atau fluktuasi harga saham.

  4. Jumlah Hari: Periode waktu yang ingin Anda proyeksikan, misalnya 30 hari, 1 tahun, dll.

  5. Jumlah Simulasi: Banyaknya iterasi simulasi untuk memperoleh distribusi hasil.

Bagaimana Simulasi Monte Carlo Bekerja dalam Analisis Saham?

  1. Mengumpulkan Data Historis: Data historis tentang harga saham, volatilitas, dan pengembalian digunakan sebagai dasar.

  2. Menentukan Distribusi Probabilitas: Variabel acak, seperti perubahan harga saham, diasumsikan mengikuti distribusi tertentu, biasanya distribusi normal.

  3. Mensimulasikan Skenario: Ribuan skenario dihasilkan menggunakan angka acak untuk memodelkan perubahan harga saham di masa depan.

  4. Menganalisis Hasil: Hasil simulasi memberikan distribusi kemungkinan hasil investasi, yang dapat digunakan untuk memahami potensi risiko dan pengembalian.

Contoh Penggunaan Simulasi Monte Carlo

Misalkan Anda ingin menganalisis potensi harga saham perusahaan X selama satu tahun ke depan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan Data: Ambil data historis harga saham perusahaan X selama 5 tahun terakhir.

  2. Menghitung Parameter Statistik: Hitung rata-rata pengembalian dan volatilitas.

  3. Mensimulasikan: Gunakan simulasi Monte Carlo untuk menghasilkan 10.000 skenario perubahan harga saham berdasarkan distribusi normal.

  4. Mengevaluasi Hasil: Analisis hasil simulasi untuk memahami kemungkinan harga saham dan risiko kerugian maksimum.

Kelebihan dan Kekurangan Simulasi Monte Carlo

Kelebihan:

  • Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang risiko.

  • Dapat diterapkan pada berbagai jenis aset dan strategi investasi.

  • Fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai asumsi.

Kekurangan:

  • Bergantung pada asumsi yang mungkin tidak selalu mencerminkan kenyataan.

  • Membutuhkan komputasi yang intensif.

  • Hasil simulasi hanya seakurat data dan model yang digunakan.

Yuk buka account saham di phillip sekuritas indonesia, caranya mudah :

  1. Install aplikasi “POEMS ID “ di Playstore / Appstore

  2. Silakan klik link berikut https://www.poems.co.id/app/oa?r=25&s=s01

  3. Silakan isi data sesuai petunjuk 

  4. untuk pembukaan FULL ONLINE :

- Pilih RDN : BCA , untuk pemilik rekening BCA

- Pilih RDN : PERMATA, untuk pemilik rekening SELAIN BCA 


rekomendasi saham hari ini bisa anda dapatkan dengan menjadi member premium jsxtrader. semua rekomendasi dikirimkan secara real-time lewat whatsapp , untuk info selengkapnya silakan hubungi kami di 081933933317 , kunjungi website kami di www.jsxtrader.com

Related Post